Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 04 Desember 2010

24 Ordo Insecta By: YUSUF SELALU YUSUF


KelasInsecta atau serangga terdiri atas 34 ordo seperti dijabarkan di bawah
ini.
I.
Ordo Protura
Termasuk serangga primitif dengan tubuh hanya beberapa milimeter. Tidak mempunyai sayap, antena, dan mata, tetapi memiliki bintik hitam di kiri kanan kepala. Fungsi antena digantikan oleh kaki depan yang selalu diangkat ke atas, sehingga berjalan hanya dengan kaki depan dan belakang. Habitatnya di tempat sejuk dan lembap, seperti di bawah batu-batuan, serasah, tanah berhumus, batang pohon roboh, dan di kulit pohon. Terdiri atas lebih dari 100 jenis teridentifikasi.
II.
Ordo Diplura
Langsing dan kecil, berukuran 5-10 mm. Tidak bersayap dan tidak bermata, antena panjang. Ekornya berupa sepasang rambut atau pencapit. Hidup tersembunyi di tempat-tempat lembap, di bawah serasah, sampah, humus, batu-batuan, dan sebagainya. Gerakannya cepat dan takut cahaya. Makan tanaman segar atau busuk, jamur, dan binatang kecil. Jenis teridentifikasi sekitar 100 jenis.
III.
Ordo Collembola (agas-agas)
Termasuk serangga bertubuh kecil dengan panjang beberapa milimeter dan tidak bersayap. Antena cukup panjang, umumnya bermata. Di ujung bawah abdomen terdapat semacam ekor untuk meloncat.
Menyukai lingkungan yang basah atau lembap, biasa ditemukan di antara lumut, humus, sampah, sarang semut dan rayap, gua, serta di sekitar perairan tawar maupun laut.
Agas-agas yang hidup di sarang semut atau rayap tidak bermata dan
berekor pegas. Makanan utamanya spora dan semaian tanaman. Agas-agas
1.
Ordo Archyptera atau Isoptera

Ciri-ciri ordo Archyptera:

-
Metamorfosis tidak sempurna.

-
Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya.
Kedua sayap tipis seperti jaringan.

-
Tipe mulut menggigit.
Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

Keterangan:

Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu:

-
Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan
tugasnya adalah bertelur.

-
Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan.

-
Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain.

-
Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.

Perhatikan perkembangan rayap dari telur sampai dewasa pada bagan berikut ini!

border=1 v:shapes="_x0000_i1025">
Gambar Perkembangan telur rayap sampai dewasa

2.
Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)


Ciri-ciri ordo Orthoptera:


-
Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan
sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput.
Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang,
setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat
dan besar.


-
Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.


-
Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat
digunakan untuk meletakkan telur.


-
Tipe mulutnya menggigit.





Contoh:


- Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)

3.
Ordo Odonata

Ciri-ciri Ordo Odonata:

- Mempunyai dua pasang sayap
- Tipe mulut mengunyah
- Metamorfosis tidak sempurna
- Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
- Antenanya pendek
- Larva hidup di air
- Bersifat karnivora

Contohnya :
- Capung (Aeshna sp)
- Capung besar (Epiophlebia)








4.
Ordo Hemiptera (bersayap setengah)

Ciri-ciri Hemiptera :

-
Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.

-
Tipe mulut menusuk dan mengisap

-
Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)



' border=1 v:shapes="_x0000_i1026">
Gambar Contoh hewan Hemiptera

5.
Ordo Homoptera (bersayap sama)

Ciri-ciri Homoptera :

- Tipe mulut mengisap
- Mempunyai dua pasang sayap
- Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
- Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :
- Tonggeret (Dundubia manifera)
- Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
- Wereng coklat (Nilapervata lugens)
- Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
- Kutu daun (Aphid sp)

' border=1 v:shapes="_x0000_i1027">
Gambar Contoh hewan Homoptera


Kelompok Holometabola
Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis
sempurna.Tahapan dari daur serangga yang mengalami
metamorfosis sempurna
adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan
muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga
tidak melakukan kegiatan, pada saat itu
pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.
Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi
6 ordo, yaitu ordo:
1. Neuroptera
2. Lepidoptera
3. Diptera
4. Coleoptera
5. Siphonoptera
6. Hymenoptera
Selanjutnya pelajarilah uraian tiap-tiap ordo dan dimulai
dengan ordo Neuroptera.
1.
Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)

Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan
mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya
berbentuk seperti jala.
Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago)



2.
Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

-
Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
-
Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago
-
Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.
Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar

b.
Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
-
Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.



Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

a.
Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
Contohnya:
- Hama kelapa (Hidari irava)
- Hama daun pisang (Erlonata thrax)
- Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
- Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

b.
Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)
Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada
malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.
Contohnya:
- Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
- Ulat jengkol (Plusia signata)
- Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

border=1 v:shapes="_x0000_i1028">
Gambar Hewan kelompok Lepidoptera



3.
Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)

Ciri-ciri ordo Diptera:

-
Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.

-
Mengalami metamorfosis sempurna.

-
Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.


Contohnya:
- Lalat (Musca domestica)
- Nyamuk biasa (Culex natigans)
Nyamuk Anopheles
- Aedes (inang virus demam berdarah)



border=1 v:shapes="_x0000_i1029">
Gambar Macam-macam Diptera
(a) lalat rumah; (b) lalt tze-tze; (c) nyamuk kecil; (d) nyamuk




Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes perhatikan gambar 23 berikut ini!

' border=1 v:shapes="_x0000_i1030">
Gambar Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap









4.
Ordo Coleoptera (bersayap perisai)

Ciri-ciri ordo Coleoptera:

-
Mempunyai dua pasang sayap.

-
Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat
tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.

-
Mengalami metamorfosis sempurna.

-
Tipe mulut menggigit.



Contoh:

a.
Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang
pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.
b.
Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
c.
Kumbang beras (Calandra oryzae)

border=1 v:shapes="_x0000_i1031">
Gambar 24. Hewan kelompok Coleoptera



5.
Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal)

Ciri-ciri ordo Siphonoptera :

-
Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna
untuk meloncat.

-
Mempunyai mata tunggal.

-
Tipe mulut mengisap.

-
Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala
– dada dan perut tidak jelas)

-
Metamorfosis sempurna



Contoh:

-
Pinjal manusia (Pubex irritans)
-
Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)
-
Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)
-
Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat
menularkan kuman pes / sampar.



6.
Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

Ciri-ciri ordo Hymenoptera:

-
Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.

-
Tipe mulut menggigit.



Contoh:

-
Lebah madu (Apis mellifera)
-
Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya
melubangi
kayu pada bangunan rumah
Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika imago memiliki tipe mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan [2]. Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang mirip tabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen [2]. Ada beberapa dari jenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan [2]. Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya [2]. Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore [2]. Habitatnya adalah di permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan .[2]. Ordo Othoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator. [2].Tipe mulut dari ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras dari sayap belakang [2].
Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan abdomen [3]. Abdomennya terdapat bagian seperti garpu [3]. Ordo Diplura memiliki mata majemuk, tidak terdapat ocelli, dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, dapat ditemukan di bawah batu, di atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon, dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus [3]. Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yang menghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk [3]. Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan [3].
Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki, beberapa memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnya menopang dua bagian dari tubuhnya [2]. Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang besar dan datar pada bagian bawahnya [2]. Habitatnya adalah di lingkungan yang basah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut, di perakaran pohon, dan di dalam tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah [2]. Beberapa dari jenis ini merupakan scavenger dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang merupakan hama bagi tanaman
Ciri-ciri Ordo Isoptera / Archyptera (sayap tipis):
Metamorfosis tidak sempurna.
Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama
bentuknya.
Kedua sayap tipis seperti jaringan / selaput.
ipe mulut menggigit.
Contoh: Reticulitermis flavip

Ciri-ciri Ordo Orthoptera (sayap lurus) :
Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal
dan sempit disebuttegm ina. Sayap belakang tipis
berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak
pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai
belakangnya yang lebih kuat dan besar.
Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai
belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik
betina atau mengusir saingannya.
Hewan betinanya mempunyaiovi posi tor pendek dan
dapat digunakan untuk meletakkan telur.
Tipe mulut menggigit.
Contoh:
Belalang (Dissostura sp)
Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
Belalang sembah (Stagmomantis sp)
Kecoak (Blatta orientalis)
Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
Jangkrik (Gryllus sp)

Ciri-ciri Ordo Odonata:
Mempunyai dua pasang sayap
Tipe mulut mengunyah
Metamorfosis tidak sempurna
Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
Antenanya pendek
Larva hidup di air
Bersifat karnivora
Contoh:
Capung (Aeshna sp)
Capung besar (Epiophlebia

Ciri-ciri Ordo Hemiptera (bersayap stengah):
Mempunyai dua pasang sayap, sepasang
tebal dan sepasang lagi seperti selaput.
Tipe mulut menusuk dan mengisap
Metamorfosis tidak sempurna.
Contoh :
Walang sangit (Leptocorixa acuta)
Kumbang coklat (Podops vermiculata)
Kutu busuk (Eimex lectularius)
Kepinding air (Lethoverus sp)

Ciri-ciri Ordo Homoptera (bersayap sama) :
Tipe mulut mengisap
Mempunyai dua pasang sayap
Metamorfosis tidak sempurna.
Sayap depan dan belakang sama, bentuk
transparan.
Contoh :
Tonggeret (Dundubia manifera)
Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
Wereng coklat (Nilapervata lugens)
Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
Kutu daun (Aphid sp)

Ciri-ciri Ordo Neuroptera (sayap jala) :
Tipe mulut menggigit
mempunyai dua pasang sayap yang urat-
uratnya berbentuk seperti jala.
Mengalami metamorfosis sempurna
Contoh :
Undur-undur

Ciri-ciri Ordo Lepidoptera ( sayap sisik) :
Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup:
telur – larva – kepompong (pupa) – imago
Pupa padaLep idoptera dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu:
a. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari
luar
b. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa
belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:
a.Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang) Contohnya:
•Hama kelapa (Hidari irava)
•Hama daun pisang (Erlonata thrax)
•Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
b.Sub ordo Heterocera (kupu malam/ ngengat)
Contohnya:
•Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
•Kupu ulat sutra (Bombyx mori)
•Ulat jengkol (Plusia signata

Ciri-ciri Ordo Diptera (sayap sepasang):
Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu
pasang sayap belakang berubah menjadi alat
keseimbangan yang disebuthalt er.
Mengalami metamorfosis sempurna.
Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap
atau menjilat dan mengisap, membentuk alat
mulut seperti belalai disebut probosis.
Contohnya:
Lalat (Musca domestica)
Nyamuk biasa (Culex natigans). Larvanya
tegak dengan permukaan air, jika hinggap
tidak menungging.
NyamukA nopheles (vektor penyakit
malaria). Larvanya sama rata dengan
permukaan air, jika hinggap menungging.
Aedes aegypti (inang virus demam
berdarah). Larvanya berkedudukan tegak di
permukaan air

Ciri-ciri Ordo Coeleoptera (sayap perisai):
Mengalami metamorfosis sempurna.
Mempunyai dua pasang sayap.
Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat
tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang
seperti selaput.
Tipe mulut menggigit.
Contoh: Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros)
menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa
sawit dan lain-lain.
oKumbang buas air (Dystisticus marginalis)
oKumbang beras (Calandra oryzae)

Ciri-ciri Ordo Siphonoptera (pinjal):
Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat
kuat dan berguna untuk meloncat.
Mempunyai mata tunggal.
Tipe mulut mengisap.
Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan
antara kepala – dada dan perut tidak
jelas).
Metamorfosis sempurna.
Contoh: Pinjal manusia (Pubex irritans).
Pinjal anjing (Ctenocephalus canis).
Pinjal kucing (Ctenocephalus felis).
Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal
pada tikus dapat menularkan kuman pes /
sampar

Ciri-ciri Ordo Hymenoptera (sayap selaput):
Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
Tipe mulut menggigit dan menjilat.
Contoh:
Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia)
Apis dorsata (lebah madu yang hidup di lubang
kayu)
Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa disebut
lebah gung)
Oecophyla smaragdina (semut rangrang)
Pembagian tugas dalam masyarakatH ymenoptera
adalah sebagai berikut :
oRatu, hewan betina fertil tugasnya bertelur.
oRaja, hewan jantan terjadi karenap ar t enogenes is
(telur yang tak dibuahi oleh sperma jantan) dan
bertugas mengawini ratu. Setelah kawin lebah
jantan diusir dari sarang dan kemudian mati.
Sementara itu ratu telah menyimpan spermatozoid
di dalam spermateka.
oPekerja, adalah betina mandul yang berasal dari
telur yang dibuahi sperma. Tugasnya menyediakan
makanan, memberi makan larva ratu, membuat
sarang dan membersihkan sarang.

yang hidup di permukaan air makan ganggang renik. Jenis teridentifikasi
mencapai 1500.
IV.
Ordo Thysanura (perak-perak/renget)
Menyukai lingkungan yang sejuk dan lembap seperti di hutan, kebun, dan juga lingkungan kering dalam rumah seperti pada laci meja, lemari pakaian, lemari buku, tumpukan kertas/karton, serta gudang. Beberapa hidup di sarang semut atau rayap. Tubuhnya gepeng mengecil ke belakang atau agak silindris, panjang 10-20 mm, bersisik putih keperak-perakan, kelabu, atau coklat kehitaman, dan mengkilat.
Kepalanya agak besar, berantena panjang, bermata besar atau kecil, dan tidak bersayap. Jenis yang hidup di sarang semut atau rayap tidak bermata. Berekor berupa 2-3 rambut kaku panjang yang dinamakan sersi. Gerakannya
cepat,
umumnya
menghindari
tempat-tempat
terang. Makanannya tumbuhan mati dan busuk, jamur, lumut, jilidan buku, kertas, dan juga pakaian. Jenis teridentifikasi sekitar 40 jenis, contoh yang biasa ditemukan dalam rumah adalah Lepisma saccharina.
V.
Ordo Orthoptera (belalang, jangkrik)
VI.
Ordo Gryllblattodea
VII.
Ordo Blattaria (lipas)
Sudah hidup sejak zaman karbon (350-270 juta tahun yang lalu). Pada kedua sisi kepala terdapat mata majemuk berwarna hitam. Tepat di bawah mata terdapat cekungan tempat keluar antena filliform (bentuk benang). Di antara kedua pangkal antena terdapat mata tunggal yang disebut osellus.
Lipas mempunyai mulut tipe penggigit dan pengunyah. Memiliki dua pasang sayap. Sayap depan disebut tegmina, liat seperti kulit atau perkamen, tidak tembus cahaya, untuk melindungi sayap belakang yang lebih besar, halus, tipis, transparan, serta digunakan untuk terbang.
Habitatnya adalah hutan, pemukiman manusia, serta tempat gelap, kotor, dan lembap. Makanannya berupa daun yang mulai membusuk, ranting lapuk, bahan dan sisa makanan manusia, bahkan kotoran manusia.
Dapat menularkan penyakit disentri (Entamoeba hystolica), lepra (Mycobacterium leprae), mycorysis yaitu keracunan saluran pencernaan akibat jamurAspergillus sp., serta menjadi inang cacing pita. Namun ada beberapa jenis yang hidup di hutan dan timbunan sampah yang berperan sebagai perombak sisa-sisa tanaman atau bangkai hewan sehingga membantu menyuburkan tanah.
Contoh spesies dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Nama
Serangga
Nama
Spesies
(Nama
Latin)
Habitat
Keterangan
Lipas
Amerika
(American
Cockroach)
Periplanet
a
americana
Daerah lembap, namun
dapat bertahan di tempat
kering jika mereka dapat
menjangkau air
. Menyukai
suhu hangat sekitar 29 C.
Di pemukiman, kecoa ini
hidup di lantai bawah
tanah, retakan, fondasi,
dsb.
Panjang tubuh 33-44 mm,
warna coklat kemerahan, pada
bagian kepala ada bercak
berbentuk kacamata, panjang
antenna melebihi panjang
tubuh. Makan segala macam
makanan termasuk makanan
manusia yang tercecer dan
disimpan tanpa tutup.
Lipas
Australia
(Australian
Cockroach)
Periplanet
a
australasia
e
Sama dengan P.
americana.
Panjang tubuh 20-25 mm,
warna coklat kemerahan, tepi
punggung berwarna kuning,
tubuh pipih.
Lipas
Blatta
Tempat gelap dan lembap,
Panjang tubuh 18-25 mm,

Oriental
(Oriental
Cockroach,
Water Bug)
orientalis
tertutup.
hitam kecoklatan, sayap lipas
betina
1/3 panjang tubuh,
sedangkan yang jantan
2/3
panjang tubuh. Makan segala
bahan makanan.
Lipas Jerman
(German
Cockroach,
Croton Bug)
Blattella
germanica
Sarang di dapur pada
tumpukan rempah-rempah
Panjang tubuh 10-12 mm,
berwarna coklat muda, pada
bagian caput terdapat dua garis
sejajar warna hitam. Tegmina
berwarna abu-abu. Ukuran kecil
dan meninggalkan bau busuk
pada makanan yang dihinggapi.
Lipas Kayu
Australia
(Australian
Wood
Cockroach)
Panesthia
sp.
Kayu dan pepohonan.
Panjang tubuh 35-50 mm,
warna hitam kecoklatan,
mengkilat, antenna pendek,
sayap menutupi seluruh tubuh.
Hidup sebagai perombak sisa-
sisa tanaman. Makan serasah
dan kayu lapuk.
Lipas Kayu
Pennsylvania
(Pennsylvani
a Wood
Cockroach)
Parcoblatt
a sp.
Tumpukan kayu, pohon
berongga, hingga rumah
tangga.
Panjang tubuh10-15 mm,
berwarna hitam mengkilat,
lipas jantan maupun betina
bersayap. Hidup pada kayu
lapuk.
VIII.
Ordo Phasmida (ciang-ciang/bugang)
IX.
Ordo Mantodea (belalang)
X.
Ordo Dermaptera (cocopet)
Bentuk tubuh memanjang agak gepeng sampai gepeng. Umumnya berwarna gelap. Kepalanya hampir segitiga, berantena pendek sampai panjang. Matanya besar atau kecil, tidak beroseli atau mata tunggal.
Memiliki ciri khas berupa alat penjepit atau forsep di ujung tubuhnya dengan berbagai bentuk sebagai alat penangkap atau pembunuh mangsa, pelindung diri, serta membantu melipat sayap belakang. Forsep pada cocopet jantan lebih besar dan kuat daripada pada betina.
Habitat pada tempat sejuk, seperti di bawah batu, celah, atau lubang bawah tanah, di bawah batang pohon, di balik kulit kayu, dan juga di bawah sampah. Beberapa jenis hidup di tempat basah dekat air, dapat berenang atau berjalan di permukaan air, tetapi tidak dapat menyelam. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada kelelawar dan tikus, atau hidup dalam gua yang banyak dihuni kelelawar.
Cocopet adalah serangga omnifor. Umumnya menyukai larva serangga dan serangga kecil. Ketika makan ia akan menjepit mangsa dengan forsepnya lalu didekatkan ke mulut. Kadang dapat menjadi kanibal.
Berdasarkan morfologi tubuh, Dermaptera dapat digolongkan menjadi:
Arixenia, dengan ciri tubuh lunak dan berbulu, mata kecil atau menciut,
forsep lunak/lemah, sayap menciut atau tidak bersayap. Hidup di gua (Arixenia jacobsoni) atau sebagai parasit (Arixenia, Cheiromeles torquatus). Hanya terdiri dari satu suku, yaituArixeniidae.
Forficulina, dengan ciri tubuh keras, licin tak berbulu atau berbulu sedikit,
forsep kokoh dan kuat. Umumnya bersayap dua pasang. Terdiri dari enam suku, yaituA pochi dae,Chelisochidae,Forficulid ae,Labi duridae,Lab udae, danPygi dicranidae. Contoh spesies yang sering ditemui adalahChelisoche
morio yang bermanfaat karena memangsa larva Brontispa sp. (kumbang
kecil dari familiHispiodae hama daun kelapa), wereng, dan kutu daun.
Berbagai jenis cocopet dikenal sebagai pengganggu tanaman
pertanian. Di India Euborellia stali menggerogoti kacang tanah muda, daun
kubis, buah kapas, dan tangkai sorgum. Anisolabis annulipes merupakan
vektor cacing pita.
XI.
Ordo Diploglossata
XII.
Ordo Pleocoptera (latu-latu)
XIII.
Ordo Isoptera (rayap)
XIV.
Ordo Zoraptera
X V.
Ordo Embioptera (kutu jaring)
XVI.
Ordo Corrodentia
XVII. Ordo Mallophaga
XVIII. Ordo Anoplura (kutu pengisap)
XIX.Ordo Ephemeroptera (lalat sehari/puni-puni)
Mirip capung yang bertubuh mini atau kerdil. Serangga dewasa hanya hidup beberapa jam sampai beberapa hari. Tubuhnya lunak, panjang 5-10 mm. Berwarna coklat, coklat muda, coklat kekuningan, atau hijau. Kepala agak besar, antena pendek berupa rambut kasar. Mata berupa tiga oseli atau mata tunggal. Anakannya disebut naiad.
Dari hasil temuan fosil, diperkirakan jenis ini sudah ada sejak zaman
karbon, yaitu sekitar 300 juta tahun yang lalu. Contoh jenis fosil adalah
Homaloneura bonneri.
Bagian mulut puni-puni dewasa akan menciut selama hidupnya, tidak makan, hanya menghisap air. Naiad yang mulutnya masih sempurna makan ganggang, tumbuhan, atau sisa tumuhan. Dapat ditemukan di perairan tawar.
Jenis yang sudah dikenal sekitar 2000 jenis, umumnya di daerah tropis.
Puni-puni yang terdapat di Indonesia berasal dari genusAtalophlebia,
Atopopus, Cloeon, Ephemera, Oniscigaster, Plethogenia, dan lain-lain.
XX.
Ordo Odonata (capung, sibar-sibar)
XXI.
Ordo Thysanoptera (terips)
XXII.
Ordo Hemiptera (kepik, kutu busuk)
XXIII.
Ordo Homoptera (wereng, kutu kebul)
XXIV. Ordo Megaloptera
XXV. Ordo Neuroptera (kasa-kasa)
XXVI. Ordo Raphidiodea
XXVII. Ordo Mecoptera (lalat jengking)
XXVIII. Ordo Trichoptera (pita-pita)
XXIX.
Ordo Lepidoptera (kupu-kupu)
XXX.
Ordo Coleoptera (kumbang)
XXXI.
Ordo Stressiptera (serangga bersayap kipas)
XXXII.
Ordo Hymenoptera (tawon, lebah)
XXXIII. Ordo Diptera (lalat)
XXXIV. Ordo Siphonaptera (pinjal)